Di Balik Demo Turunkan Sekda, Ada Balita, Anak Bolos Sekolah dan Peserta Dibayar Rp 50 Ribu

Home / Berita / Di Balik Demo Turunkan Sekda, Ada Balita, Anak Bolos Sekolah dan Peserta Dibayar Rp 50 Ribu
Di Balik Demo Turunkan Sekda, Ada Balita, Anak Bolos Sekolah dan Peserta Dibayar Rp 50 Ribu Tampak anak kecil di kerumunan peserta demo, yang ikut orang tuanya. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia).

TIMESSITUBONDO, BONDOWOSO – Ada pemandangan kurang terpuji, di balik aksi demo yang menuntut bupati untuk menurunkan Sekretaris Daerah Bondowoso, Syifullah.

Beberapa peserta aksi yang terdiri dari ibu-ibu, membawa anaknya yang masih balita. Bahkan, ada sebagian anak yang bolos sekolah, demi ikut orang tuanya pergi aksi.

Pantauan di lapangan, peserta aksi pun, mayorias anak muda. Para peserta aksi ketika ditanya, rata-rata terdiri dari  warga pedesaan.Tak hanya itu, peserta mengaku dibayar Rp 50 ribu.

Salah satu peserta aksi, JS (50 tahun) warga Kecamatan Pujer, mengaku, mendapat uang Rp 50 ribu, untuk mengikuti demo itu.

"Olle seket (dapat 50 ribu). Bensin Rp 10 ada sisanya. Katanya juga ada yang dapat Rp 20 ribu. Ini yang bagikan orang rumah," akunya dengan menggunakan Bahasa Madura.

Selain itu, peserta juga ada yang tidak paham maksud dari aksi. Seperti yang disampaikan HL (40) warga Kecamatan Sukosari, ia mengaku hanya ikut-ikutan demo karena diajak saudara.

"Tak oning, eperik oning san depak kaentoh. (Saya tidak tahu, bilangnya di sini. Ikutan saja, biar kompak," terangnya.

INR (59 tahun) warga Desa Jebung Lor, Kecamatan Tlogosari, mengaku hanya mengetahui bahwa yang didemo adalah Sekretaris Daerah yang dinilai tak benar.

"Enggi nikah Pak Sekda se edemo. Pak Sekda tak teppak. Tak oning, pokok tak teppak cak en (Iya, ini pak Sekda yang didemo. Pak Sekda tak benar. Tak tahu, pokok tidak benar," katanya polos.

Diberitakan sebelumnya, selain menuntut Sekda turun. Peserta juga meminta Bupati Salwa dan wakilnya melaksanakan rekomendasi interpelasi DPRD Bondowoso. Memberikan sanksi kepada Sekda, serta mengembalikan sistem pemerintahan sesuai dengan perundang-undangan.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Bondowoso, Syifullah tidak bisa menemui para peserta aksi, karena lagi melaksanakan ibadah umrah. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com