Tabungan 50 Miliar Milik Nasabah Koperasi di Banyuwangi Terancam Hilang

Home / Berita / Tabungan 50 Miliar Milik Nasabah Koperasi di Banyuwangi Terancam Hilang
Tabungan 50 Miliar Milik Nasabah Koperasi di Banyuwangi Terancam Hilang Pertemuan antara Anggota dan Pengurus Koperasi Tri Jaya. (FOTO: Agung Sedana/TIMES Indonesia)

TIMESSITUBONDO, BANYUWANGI – Uang tabungan senilai Rp 50 miliar dari keseluruhan anggota nasabah Koperasi Unit Desa (KUD) Tri Jaya Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi terancam hilang. Hal tersebut terjadi setelah koperasi Tri Jaya dikabarkan mengalami pailit.

Sejumlah nasabah bertemu pengurus koperasi di Pendopo Balai Desa Sraten, Kamis (16/5/2019) kemarin.

Berdasarkan Informasi yang terkumpulkan, KUD Tri Jaya memeliki beberapa unit usaha, di antaranya adalah, Koperasi Simpan Pinjam (KSP), swalayan dan toko penyedia alat-alat pertanian.

Salah seorang anggota Koperasi Tri Jaya dari Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo Martifah mengatakan, uang yang disimpan di koperasi tersebut mencapai angka Rp 200 juta. Uang itu selain berasal dari uang pribadinya, juga uang tabungan para muridnya di SDN 1 Kradenan, tempatnya mengajar.

"Rencananya mau diambil hari raya ini. Ketika mau diambil jawabannya suruh sabar - sabar terus," kata Martifah.

Pertemuan-Koperasa-Tri-Jaya.jpg

Keluhan pun juga terlontar dari anggota lainnya, Lasmi, warga Desa Tampo Kecamatan Cluring, yang mengaku semenjak menyimpan uangnya di koperasi sejak awal tahun 2018, hingga kini tidak dapat mencairkan uangnya.

"Saya nabung Rp 100 juta, itu uang dari Jasa Raharja suami saya yang meninggal karena kecelakaan. Sampai sekarang gak bisa ngambil," kata Lasmi.

Di sisi lain menurut pengurus KUD Tri Jaya, Bronto Hadi, kemungkinan hal ini terjadi karena banyaknya rumor yang mengatakan kebangkrutan koperasi Tri Jaya tahun lalu

Namun, Bronto mengaku akan berusaha untuk mengembalikan uang anggota koperasi yang berjumlah 5.311 orang dengan nilai simpanan mencapai angka Rp 50 miliar.

"Ya langkah kami, pertama mendata nasabah yang memiliki piutang dan menariknya. Kedua menjual aset-aset yang dimiliki," katanya.

Sementara itu, beberapa warga yang mempunyai simpanan di koperasi tersebut mendesak para pengurus melakukan audit. Dengan begitu, seluruh aliran dana koperasi dapat terpantau. Mereka berharap, cepat atau lambat semua uang nasabah yang ditabungkan di Koperasi Unit Desa (KUD) Tri Jaya Desa Sraten, Cluring Banyuwangi bisa lekas cair. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com