KPK RI Periksa Tujuh Orang Saksi Terkait Kasus Dugaan Suap E-KTP

Home / Berita / KPK RI Periksa Tujuh Orang Saksi Terkait Kasus Dugaan Suap E-KTP
KPK RI Periksa Tujuh Orang Saksi Terkait Kasus Dugaan Suap E-KTP Kabiro Humas KPK RI, Febri Diansyah saat memberikan keterangan Update Hasil Pemeriksaan kepada Wartawan. (foto: Edi Junaidi ds/ TIMES Indonesia)

TIMESSITUBONDO, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) memeriksa tujuh saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (E-KTP).

Menurut Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, tujuh orang saksi tersebut terdiri dari pihak swasta dan pemegang kepentingan dalam perkara E-KTP. Sehingga dalam hal ini kapasitas mereka sangat diperluka.

Tujuh orang saksi itu diantaranya, Ir Ekworo Boedianto, Pensiunan PNS Ditjen Dukcapil Kemendagri atau Mantan Kasubdit Penyerasian kebijakan dengan lembaga.

Kemudian, Amilia Kusumawardani Adya Ratman sebagai Vice Presiden Internal Affair PT Biomorf Lone Indonesia. Tri Anugerah Ipung F, mantan pegawai PT Murakabi Sejahtera dan Isnu Edhi Widjaya, Direktur Utama Perum Percetakan Negara Republik Indonesia tahun 2009 hingga Mei 2013.

Sedangkan dari pihak swasta, antara lain, Azmin Aulia, Direktur PT Gajendra Adhi Sakti, Muhammad Nur, Deniarto Suhartono.

"Tujuh orang saksi ini akan diperiksa untuk tersangka Paulus Tannos (PLS) selaku mantan Direktur Utama (Dirut) PT Sandipala Arthaputra," kata Febri di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta selatan, Senin (19/8/2019).

Sebelumnya, KPK RI telah menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi E-KTP. Mereka adalah Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Markus Nari. Delapan orang itu ditetapkan tersangka dalam perkara pokok dugaan kasus korupsi E-KTP.

Sedangkan dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini yaitu, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi E-KTP.

Selanjutnya, dalam kasus dugaan korupsi E-KTP ini, KPK RI telah menetapkan empat tersangka baru terkait kasus korupsi E-KTP. Empat tersangka baru tersebut adalah, mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani, Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya PNS BPPT, Husni Fahmi dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulos Tannos," pungkas Febri.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com