Komisi X DPR RI Minta Mendikbud Kedepankan Transparansi Program Revitalisasi SMK

Home / Berita / Komisi X DPR RI Minta Mendikbud Kedepankan Transparansi Program Revitalisasi SMK
Komisi X DPR RI Minta Mendikbud Kedepankan Transparansi Program Revitalisasi SMK Mendikbud RI Nadiem Makarim (FOTO: Istimewa)

TIMESSITUBONDO, JAKARTAKomisi X DPR RI meminta Mendikbud RI Nadiem Makarim mengkedepankan keadilan dan transparansi dalam program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK.

"Ini hasil evaluasi kami di Komisi X DPR, tidak ada transparansi bahkan terkesan mementingkan kelompok tertentu hingga ada dikotomi antara negeri dan swasta," ujar Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB Lathifah Shohib kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Kata Lathifah, pada tahun 2019 ini, uang negara sekitar Rp 2 triliun digelontorkan untuk program revitalisasi SMK. Pemberian bantuan tersebut didasari pada instruksi presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia.

Latifah berharap Mendikbud menggunakan keahliannya dibidang teknologi dan memaksimalkan keterbukaan akses informasi, sehingga publik bisa mengetahui sekolah mana saja yang menerima program tersebut.

"Publik perlu tau sekolah mana yang mendapatkan program revitalisasi agar bisa ikut mengontrol. Kita tidak menghendaki anggaran negara diselewengkan. Anggaran itu cukup besar loh, karena anggaran persekolah antara Rp 3 hingga Rp 11 miliar," jelasnya.

Mekanisme penerima bantuan revitalisasi sekolah yang selama ini berjalan, menurutnya, perlu evaluasi. Selama ini otoritas penuh ada di Kemendibud berdasarkan Aplikasi Takola yang di input sekolah-sekolah calon penerima program revitalisasi.

"Mekanisme ini perlu di evaluasi agar asas transparansi dan keadilan bisa terwujud dengan melibatkan kelompok profesional dalam proses penentuan sekolah calon penerima bantuan," kata Lathifah Shohib, Anggota Komisi X DPR RI meminta Mendikbud RI Nadiem Makarim mengkedepankan keadilan dan transparansi dalam program revitalisasi SMK. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com