Pembangunan Kilang Tuban Berdampak Pada Pengurangan Impor Minyak

Home / Ekonomi / Pembangunan Kilang Tuban Berdampak Pada Pengurangan Impor Minyak
Pembangunan Kilang Tuban Berdampak Pada Pengurangan Impor Minyak Kilang minyak RU VI Balongan Indramayu, Jawa barat, Senin, (29/07/2019). (Foto: Achmad Choirudin/TIMES Indonesia)

TIMESSITUBONDO, INDRAMAYU – Unit Manager Comunication dan CSR Pertamina MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, menyampaikan bahwa pembangunan kilang di Kabupaten Tuban, bakal mengurangi kebutuhan impor minyak Nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Rustam Aji dalam acara media gathering dan kunjungan awak media Tuban dan Bojonegoro di kilang minyak RU VI Balongan Indramayu, Jawa barat, Senin, (29/07/2019).

Kilang-Tuban-2.jpg

 Rustam menjelaslan, Kilang minyak di Tuban memiliki kapasitas produksi yang lebih besar dibandingkan kilang lain. "Kilang Indramayu kapasitas produksinya 125 ribu barel perhari, sementara kilang Tuban nanti jauh lebih besar, yaitu 300 ribu barel perhari," imbuhnya.

Dengan tambahan kapasitas produksi yang cukup besar tersebut, bakal mengurangi kebutuhan impor minyak Nasional. Dan bahkan ditargetkan Indonesia tidak lagi impor minyak pada 2025.

“Saat ini, minyak mentah yang diimpor oleh negara sebanyak 300 ribuan Barel perhari, sehingga dengan adanya kilang di tuban yang berkapasitas produksi 300 ribu BPH, maka impor bisa berkurang,” paparnya.

Rustam menambahkan, saat ini pemerintah masih impor minyak karena kebutuhan minyak nasional mencapai 1,3 juta BPH, sementara lifting minyak nasional hanya mampu memproduksi sebesar 800 ribu barel per hari, dan itupun hanya sekitar 680 ribu barel produk.

Dengan perbandingan seperti itu, maka pemerintah harus impor minyak untuk memenuhi konsumsi minyak nasional yang tinggi. Namun dengan adanya Kilang Minyak di Tuban dan pengembangan sumur, kebutuhan minyak nasional dapat terpenuhi.

“Jika kilang Tuban sudah beroperasi dan kilang lain diupgrade kapasitas priduksinya, targetnya kita Indonesia tidak lagi perlu impor minyak,” tandas Rustam Aji. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com