Isi Waktu dengan Merajut Bersama Komunitas Rajut Jember

Home / Gaya Hidup / Isi Waktu dengan Merajut Bersama Komunitas Rajut Jember
Isi Waktu dengan Merajut Bersama Komunitas Rajut Jember Ketua Komunitas Rajut Jember Vera Mariaty menunjukkan teknik merajut saat merajut bersama di Lippo Plaza Jember beberapa waktu lalu. (FOTO: Dody Bayu Prasetyo/TIMES Indonesia)

TIMESSITUBONDO, JEMBERMerajut mungkin bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang saat berada di rumah atau menunggu antrean yang panjang. Nah, bagi Anda yang berada di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Komunitas Rajut Jember siap memberikan pendampingan kepada Anda yang ingin mengenal lebih jauh tentang seni merajut hingga bisa merajut sendiri.

Meski baru berdiri pada Januari 2018 lalu Komunitas Rajut Jember sudah memiliki berbagai kegiatan yang produktif bagi oara anggotanya.

Seperti mengadakan kegiatan rutin merajut bersama di kawasan Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Kabupaten Jember setiap hari Minggu hingga memasarkan produk rajutan yang dihasilkan dari anggota.

Di antara hasil rajutan yang dibuat oleh anggota komunitas ini seperti tas, dompet, pakaian, dan alas kaki.

Tidak hanya itu, komunitas ini juga tidak segan untuk menggandeng sejumlah pihak untuk memperkenalkan seni merajut.

Salah satunya yakni dengan Lippo Plaza Jember. Bersama mall terbesar di Kabupaten Jember ini, Komunitas yang diketuai Vera Mariaty tersebut mengadakan kegiatan merajut bersama di Community Space yang terletak di lantai 2F, beberapa waktu lalu.

Komunitas-Rajut-Jember-2.jpg

Kegiatan merajut bersama yang diikuti sekitar 40 orang itu juga sekaligus untuk memeriahkan program Non Stop Sale selama 31 hari di bulan Maret yang digelar Lippo Plaza Jember.

Ketua Komunitas Rajut Jember Vera Mariaty kepada TIMES Indonesia mengatakan bahwa motivasi yang melatarbelakangi berdirinya komunitas tersebut adalah untuk mengumpulkan para perajut Jember ke dalam sebuah wadah atau komunitas.

"Di komunitas ini, mereka bisa berkumpul sekaligus berbagi pengalaman dan bertukar ilmu dalam merajut," kata Vera kepada TIMES Indonesia.

Lebih lanjut, ibu dua anak tersebut menerangkan bahwa Komunitas Rajut Jember juga bertujuan untuk mempromosikan hasil rajutan dari oara perajut Jember.

Menurutnya, hasil rajutan dari perajut Jember sangat berkualitas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

"Hasil rajutan para anggota komunitas bisa dijual sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian rumah tangga mereka," tutur Vera yang pernah terbang ke Malaysia untuk mempromosikan produk rajutan lokal tersebut.

Saat ini, Komunitas Rajut Jember memiliki jumlah anggota aktif sebanyak 50 orang. Sebagian besar anggota adalah kaum Hawa dan ibu rumah tangga.

"Tapi ada juga yang laki-laki dan anak muda. Mereka penasaran ingin mencoba merajut sendiri," ujarnya.

Dia menerangkan, bagi perajut pemula rata-rata dibutuhkan waktu selama sebulan untuk bisa merajut dengan baik.

"Tapi semuanya tergantung sama niat untuk belajar dan kesabaran. Kalau semangat belajarnya tinggi dan sering berlatih, sebulan saya rasa sudah bisa merajut sendiri dengan baik," jelas Vera.

"Dan yang penting juga punya bahannya," candanya.

Vera menambahkan, kegiatan Merajut bersama di Lippo Plaza Jember merupakan kegiatan bersama. Dia berharap dapat menggandeng lebih banyak pihak untuk memperkenalkan seni merajut sekaligus mempromosikan produk rajutan dari anggota Komunitas Rajut Jember. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com