New Iedul Fitri di Tengah Pandemi

Home / Kopi TIMES / New Iedul Fitri di Tengah Pandemi
New Iedul Fitri di Tengah Pandemi Noor Shodiq Askandar, Ketua PW LP Maarif NU Jawa Timur dan Wakil Rektor 2 Universitas Islam Malang. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESSITUBONDO, MALANG – Ramadhan hampir meninggalkan kita semua. Segala hal yang terkait dengan ini sebentar lagi dicabut kelebihannya oleh Allah swt. Amal yang dilipatgandakan, rahmad, maghfiroh, dan pembebasan dari api neraka, juga akan menghilang seiring berahirnya ramadhan kareem.

Banyak yang merasa sedih dengan perpisahan ini. Akan tetapi banyak juga yang tanpa disadari merasa bahagia segera bertemu dengan hari yang ditunggu tunggu. Iedul Fitri 1441H tidak lama lagi akan menghampiri.

Bagi yang merasa sedih, akan mengisi hari hari terahir ini dengan meningkatkan amal ibadah mulai dari memperbanyak sholat sunnah, memperbanyak dzikir, bacaan al Qur’an dan juga memperbanyak amal baik. Senyampang masih ada pahala berlipat yang dijanjikan Allah swt di bulan ramadhan ini. Mereka terus berdoa kepada Allah swt agar dapat dipertemukan kembali dengan ramadhan berikutnya.

Sisi yang lain, ada juga kelompok ummat muslim yang tanpa terasa merasa senang dengan berakhirnya ramadhan. Bahkan merasa kemenangan sudah didepan mata. Puasa telah dijalankan, sholat sunnah sudah ditunaikan dan banyak hal yang sepertinya selesai dengan berahirnya ramadhan. Mal mal, toko pakaian, dan pernak pernik ramadhan, ramai dikunjungi pengunjung. Mereka rela berjubel, karena merasa tidak afdhol jika hari kemenangan ini tidak dirayakan dengan baju baru, sajian kue lebaran, dan yang lainnya.

Bahkan terkadang lupa bahwa hari hari ini adalah masa prihatin. Pandemi covid 19 yang sebetulnya belum diketahui akhirnya, dinafikan. Dianggap tidak ada lagi, atau setidaknya dianggap tidak sebahaya yang diberitakan berbagai media baik cetak, elektronik, maupun dunia medsos.

Fenomena ini tentu menghawatirkan, karena sebetulnya bahaya masih terus mengancam. Virus menurut para ahli tidak akan dapat hilang begitu saja. Yang bisa dilakukan adalah mulai mengenal virus tersebut dan kemudian meningkatkan imun tubuh agar tidak terserang. Hal lain yang dilakukan adalah dengan berusaha menghindari kemungkinan tertular penyakit covid 19

Jika ini yang dilakukan, maka mau tidak mau, suka tidak suka, iedul fitri 1441 H harus dilakukan dengan protocol baru. Mudik dan pulang kampong diganti dengan komunikasi via medsos, android, dan sejenisnya. Silaturrohmi juga tidak harus selalu dengan saling anjang sana. Jikapun harus terjadi, maka diupayakan dengan tetap menjaga dan berusaha menghindar dari kemungkinan saling menularkan virus covid 19.

Niat saling memaafkan memang penting, akan tetapi menjadi lebih baik jika ditambah dengan niat saling menjaga saudaranya sesama muslim. Dengan ini yang didapat juga menjadi lebih. Pahala silaturrohmi, sekaligus pahala karena keinginan menyelamatkan orang lain.

Apapun kondisinya, datangnya iedul fitri juga tetap harus disyukuri bahwa kita semua telah dapat menjalankan kewajiban puasa selama sebulan penuh. Bahwa belum sempurna, itu keniscayaan. Ada pasang surut keihlasan, ada pasang surut kesabaran, dan lain sebagainya.

Tidak ada yang sempurna, akan tetapi setidaknya telah ada upaya untuk menjadi lebih baik. Prinsipnya, dalam semua aspek kehidupan, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Hari esok juga harus lebih baik dari hari ini. Bagaimana dengan anda ??

***

*) Penulis Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Maarif NU Jatim dan Wakil Rektor 2 Unisma Malang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com