Dinas Pendidikan Jatim Siap Terapkan Kebijakan Baru Sistem Zonasi PPDB 2020

Home / Pendidikan / Dinas Pendidikan Jatim Siap Terapkan Kebijakan Baru Sistem Zonasi PPDB 2020
Dinas Pendidikan Jatim Siap Terapkan Kebijakan Baru Sistem Zonasi PPDB 2020 Gubernur Khofifah dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Hudiyono, M.Si, Jumat (13/12/2019). (Foto: Istimewa)

TIMESSITUBONDO, SURABAYADinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyatakan siap menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020. Namun, penerapan kebijakan baru sistem zonasi diharapan lebih luwes lagi mengingat siswa berprestasi di Jatim lebih banyak.

"Kalau kami boleh mengusulkan kepada pak menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Red) karena distribusi nilai 8 dan nilai 9 di Jatim cukup tinggi, mungkin kami mengusulkan jangan 30% tapi mungkin bisa 40%," tegas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Hudiyono, M.Si kepada wartawan, Jumat (13/12/2019). 

Hudiyono berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengabulkan usulan Dinas Pendidikan Jatim terkait perubahan kuota siswa berprestasi. Bila usulan itu diterima, maka kuota zonasi jalur siswa berprestasi akan lebih fleksibel karena mereka akan terakomodir dengan baik.

"Kalau pun tidak bisa disetujui oleh pak menteri, saya kira kebijakan tetap akan diimplementasikan di Jatim sesuai ketentuan pemerintah pusat," katanya. 

Hudiyono mengungkapkan poin inti dari kebijakan baru sistem PPDB 2020, yaitu penerimaan siswa baru tetap menggunakan sistem zonasi. Akan tetapi, formula zonasi berbeda dengan tahun 2019 yang menerapkan 90% murni zonasi, 5% jalur prestasi akademis dan 5% dari perpindahan. 

Sedangkan kebijakan tahun ini, lanjutnya, formula atau komposisi PPDB jalur zonasi untuk afirmasi atau siswa miskin diubah menjadi 15%, perpindahan sebanyak 5%, dan 30% dari siswa berprestasi yang indikatornya bisa menggunakan ujian nasional, prestasi akademis dan nonakademis. Sedangkan sebanyak 50% murni zonasi.

"Saya kira Jawa Timur sudah menerapkan formula ini. Jadi secara teknis, Jatim Insya Allah sudah siap dengan formula-formula yang disiapkan oleh pak menteri," ujarnya.

Karena itu dia optimistis penerapan kebijakan baru Mendikbud terkait sistem zonasi PPDB 2020 akan berlangsung aman, lancar, tertib dan sukses di Jatim. 

"Jadi tidak masalah karena Jatim sudah mendahului formula itu tahun lalu," imbuhnya.

Untuk itu Dinas Pendidikan Jatim akan mengundang para Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan Kepala Bidang pada Senin (16/12/2019) mendatang. Tujuannya agar kebijakan baru sistem zonasi PPDB 2020 segera diinformasikan kepada orangtua siswa di daerah masing-masing.

"Saya minta masyarakat Jatim jangan kaget dengan adanya perubahan. Sebab sekolah di Jatim sudah menerapkan cara-cara seperti itu. Hanya saja sekarang standarnya ditingkatkan dan disesuaikan dengan penilaian standar secara nasional," ungkapnya.

Hudiyono menegaskan masyarakat di Jatim sudah cerdas dan mahir dalam menghitung luas gedung ketika ada penilaian. Jadi, misalnya, seorang kelas satu selain sudah bisa menghitung luas gedung di depan rumahnya juga sudah diberi ilmu bagaimana menghitung luas kubus termasuk mengukur jarak. 

"Jadi analisis ini lebih bernuansa penalaran yang dikaitkan dengan rumus satu dan rumus dua, lalu dikaitkan dengan lingkungan. Itu tidak ada masalah. Jadi siswa pun juga tidak masalah," pungkasnya.

Dengan begitu Hudiyono berkeyakinan bahwa masyarakat Jatim yang nilai ujian nasionalnya tinggi ketika mendapatkan penilaian dalam bentuk soal penalaran seperti itu tentu tidak menjadi masalah. "Kalau kognitifnya tinggi, maka nalar soal apa pun pasti bisa ada korelasinya," tuturnya.

Terpenting, semua itu bukan sebagai penentu kelulusan. Tetapi sebagai fungsi pemetaan agar memberikan manfaat bagi orangtua, sekolah, guru, Dinas Pendidikan, Pemerintah Provinsi Jatim dan Kemendikbud karena Pemprov Jatim mampu memetakan dari proses kegiatan belajar mengajar.

Untuk diketahui, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyatakan siap menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com