DPRD Pesimis Pengembangan Bandara Notohadinegoro Dilakukan Tahun 2018

Home / Berita / DPRD Pesimis Pengembangan Bandara Notohadinegoro Dilakukan Tahun 2018
DPRD Pesimis Pengembangan Bandara Notohadinegoro Dilakukan Tahun 2018 Bandara Notohadinegoro jember (FOTO: rmol)

TIMESSITUBONDO, JEMBER – Rencana pengembangan Bandara Notohadinegoro di Jember tampaknya tidak mudah. Meskipun pemerintah pusat bersedia mengucurkan dana sekitar Rp 400 miliar untuk membiayai pengembangan bandara yang terletak Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung itu, namun pembebasan lahan di sekitar bandara, masih menjadi masalah pelik.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember Anang Murwanto usai melakukan kunjungan kerja ke Jakarta belum lama ini untuk bertemu sejumlah pihak terkait pengembangan Bandara Notohadinegoro, di antaranya adalah Direksi PTPN XII dan Kementerian BUMN. “Hasilnya, kesimpulan saya, sulit pengembangan bandara dilakukan tahun 2018,” ucap Anang dalam keterangan yang diterima TIMES Indonesia, Selasa (28/11/2107).

Menurutnya, kendala terbesar adalah terletak pada pembebasan lahan. Bukan hanya lahan milik warga seluas 30,4 hektare yang perlu dibebaskan, tapi Pemkab Jember juga harus  memperjelas status 120 hektare lahan yang masih dalam penguasaan PTPN XII.

Selama ini, katanya, ada anggapan bahwa lahan milik PTPN XII itu mudah dibebaskan dengan status hibah. Padahal mekanisme hibah sudah tidak ada dalam Undang-Undang Nomor 2 tentang Agraria.

“Yang bisa adalah tukar guling. Itu artinya Pemkab harus menyediakan lahan lain sebagai gantinya. Atau dengan cara Hak Pengelolaan Lahan atau HPL. Kalau ini sudah beres dan dan lahan warga juga sudah selesai, baru bandara bisa dikembangkan,” urai Anang.

Sayangnya, lanjut Anang, APBD Kabupaten Jember tahun 2018 tidak menganggarkan pembebasan lahan tersebut. Yang ada hanyalah anggaran perencanaan senilai Rp 4,5 miliar.

Dengan begitu, rencana pemerintah pusat untuk memulai pengembangan Bandara Notohadinegoro tahun depan, tak akan terlaksana. Mungkin masih lama. "Jalan menuju pengembangan bandara kebanggaan warga Jember itu masih terjal," imbuh dia. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com